Van Gastel Tetap Membumi soal Peluang PSIM di BRI Super League: Fokus Berkembang, Bukan Kejar Gelar

Van Gastel memilih realistis dan menekankan pentingnya konsistensi serta kebersamaan tim di putaran kedua.

Jean-Paul van Gastel
Jean-Paul van Gastel

mixparlay.co.id, Yogyakarta – Kemenangan meyakinkan PSIM Yogyakarta atas Madura United dengan skor 3-0 pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (10/1/2026), menambah panas persaingan di papan atas klasemen sementara. Tambahan tiga poin tersebut membuat Laskar Mataram kini menempati posisi keenam.

Meski berada di jalur positif, pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel memilih untuk tidak larut dalam euforia. Pelatih asal Belanda itu menegaskan timnya belum berada pada level untuk berbicara soal perebutan gelar juara musim ini.

“Saya rasa kami bukan tim yang siap bersaing memperebutkan gelar. Kualitas dan tahapan kami belum sampai ke sana. PSIM masih dalam proses pembangunan,” ujar Van Gastel dengan nada realistis.

Hingga pekan ke-17, PSIM telah mengoleksi 30 poin dari delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan. Tim berjuluk Laskar Mataram itu juga mencatatkan 23 gol serta kemasukan 18 kali.

Kebanggaan sebagai Tim Promosi

Madura United vs PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2025/2026.
Madura United vs PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2025/2026.

Kendati menepis peluang juara, Van Gastel tidak menutupi rasa bangganya terhadap pencapaian tim. Sebagai klub promosi yang kembali ke kasta tertinggi setelah absen hampir dua dekade, posisi PSIM saat ini dinilai sudah sangat membanggakan.

“Kami berada di peringkat enam dan itu pencapaian yang bagus. Sebagai klub, kami patut berbangga,” ungkap pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Ia menambahkan, status PSIM sebagai tim promosi yang mampu bersaing di papan atas menjadi bukti kerja keras seluruh elemen klub. Namun, Van Gastel kembali menegaskan bahwa target juara masih terlalu jauh untuk dikejar musim ini.

Secara statistik, PSIM menjadi tim promosi dengan performa terbaik, mengungguli klub pendatang baru lainnya seperti Bhayangkara FC yang berada di posisi kesembilan serta Persijap yang masih terpuruk di dasar klasemen.

Baca Juga  Menunggu Perubahan Dua Wakil Jawa Tengah di BRI Super League: Misi Keluar dari Zona Merah

Tidak Aktif di Bursa Transfer

Memasuki putaran kedua kompetisi, banyak klub Super League mulai aktif memperkuat skuad. Namun situasi tersebut tidak berlaku bagi PSIM. Klub asal Yogyakarta itu dipastikan tidak akan menambah pemain baru karena keterbatasan dana.

Van Gastel menyebut manajemen telah menyampaikan kebijakan tersebut secara terbuka dan jelas.

“Komunikasi dari manajemen sangat tegas. Tidak ada anggaran tambahan untuk pemain baru. Bagi saya itu tidak masalah, karena memang seperti itulah kondisinya,” tutur Van Gastel.

Meski tanpa tambahan amunisi, ia tetap optimistis PSIM bisa menjaga performa selama kebersamaan dan kekompakan tim tetap terjaga.

“Selama kami bisa tetap bersatu sebagai satu tim, saya yakin semuanya akan berjalan dengan baik,” katanya.

Skuad Menipis Jadi Tantangan

Di sisi lain, Van Gastel juga mengakui PSIM menghadapi tantangan besar. Cedera pemain dan sanksi kartu membuat kedalaman skuad semakin menipis dari pekan ke pekan.

“Kami kehilangan banyak pemain karena cedera. Hampir setiap pekan selalu ada pemain yang terkena skorsing. Sekarang kami kembali mendapat kartu merah, jadi pilihan pemain semakin terbatas,” jelasnya.

Dengan kondisi finansial yang tidak memungkinkan belanja pemain, Van Gastel menegaskan dirinya fokus memaksimalkan skuad yang ada.

“Untuk saat ini tidak ada anggaran tambahan. Saya senang dengan tim yang saya miliki. Jika suatu saat ada peluang, mungkin kami bisa melakukan sesuatu, tetapi saya tidak bergantung pada itu,” tutupnya.

Mengusung sikap realistis dan penuh kepercayaan terhadap pemainnya, Tim Naga Jawa siap menghadapi putaran kedua kompetisi dengan target menjaga konsistensi dan stabilitas, tanpa terbebani ambisi meraih gelar juara.