mixparlay.co.id, Surakarta – Dua klub asal Jawa Tengah, Persis Solo dan Persijap Jepara, masih belum menemukan titik terang di BRI Super League 2025/2026. Hingga memasuki penghujung tahun, keduanya masih terjebak di papan bawah klasemen dan membutuhkan langkah nyata untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Sebagai tim yang lebih berpengalaman di level tertinggi, Persis Solo justru belum mampu menunjukkan performa konsisten. Laskar Sambernyawa menutup tahun 2025 dengan posisi paling buncit di klasemen sementara, sebuah situasi yang jauh dari harapan.
Nasib tak jauh berbeda dialami Persijap Jepara. Berstatus sebagai tim promosi, Laskar Kalinyamat kesulitan beradaptasi dengan ketatnya persaingan di kasta tertinggi. Hingga kini, mereka menempati peringkat ke-17, hanya satu tingkat di atas Persis Solo.
Untuk keluar dari kondisi tersebut, kedua tim telah melakukan langkah awal dengan menunjuk pelatih baru. Namun, upaya tersebut masih membutuhkan dorongan tambahan agar benar-benar berdampak pada hasil pertandingan.
Era Baru di Bangku Pelatih
Pergantian pelatih menjadi kesamaan utama yang dilakukan kedua wakil Jawa Tengah ini menjelang pergantian tahun. Persis Solo mempercayakan kembali tim kepada Milomir Seslija, sementara Persijap Jepara menunjuk juru taktik asal Portugal, Divaldo Alves.
Sayangnya, kehadiran pelatih anyar belum langsung membawa perubahan signifikan. Milomir Seslija memulai periode keduanya bersama Persis dengan dua hasil negatif, masing-masing kekalahan dari Dewa United (1-5) dan Persik Kediri (1-2).
Di sisi lain, Divaldo Alves mencatat awal yang sedikit lebih baik meski belum meraih kemenangan. Pada laga debutnya, Persijap bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta, sebelum kemudian harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 0-4.
Terjebak Tren Tanpa Kemenangan
Baik Persis Solo maupun Persijap Jepara sama-sama dibayangi rekor buruk tanpa kemenangan yang berkepanjangan. Persis menjadi tim dengan jumlah kemenangan paling minim musim ini. Setelah menang di pekan pembuka, mereka gagal mengulang hasil serupa hingga pekan ke-15.
Dengan kata lain, Persis Solo sudah melewati 14 pertandingan berturut-turut tanpa meraih tiga poin. Sementara itu, Persijap Jepara juga mengalami periode sulit. Dari 10 laga terakhir, mereka hanya mampu mengamankan satu poin, yakni saat bermain imbang melawan PSIM Yogyakarta.
Sembilan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan, mempertegas beratnya tantangan yang dihadapi tim promosi tersebut di BRI Super League.
Bursa Transfer Jadi Harapan
Jika ingin bangkit pada paruh kedua musim, kedua tim jelas membutuhkan langkah berani. Selain perbaikan taktik, penambahan pemain baru menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas skuad.
Dibukanya bursa transfer paruh musim pada Januari 2026 menjadi peluang penting. Persis Solo dan Persijap Jepara harus mampu memanfaatkannya untuk memperkuat tim agar tetap kompetitif dalam persaingan papan bawah.
Hingga kini, Persijap Jepara terlihat lebih agresif. Bahkan sebelum jendela transfer resmi dibuka, mereka sudah mengamankan dua pemain asing anyar, yakni Borja Herrera asal Spanyol dan Aly Ndom dari Prancis.
Langkah lanjutan dari kedua tim tentu menarik untuk dinantikan. Keberhasilan mendatangkan pemain yang tepat bisa menjadi kunci kebangkitan Persis Solo dan Persijap Jepara demi bertahan di BRI Super League musim ini.











