Terkuak Fakta di Balik Pemecatan Ruben Amorim: Konflik Internal Bikin Ia Nyaris Mundur dari MU

Konflik Internal dan Tekanan Manajemen Warnai Akhir Karier Amorim di Manchester United

Perselisihan dengan Manajemen Membuat Posisi Amorim Tak Lagi Aman di MU
Perselisihan dengan Manajemen Membuat Posisi Amorim Tak Lagi Aman di MU

mixparlay.co.id,Jakarta – Akhir perjalanan Ruben Amorim bersama Manchester United ternyata tidak sesederhana kabar pemecatan semata. Di balik keputusan klub, tersimpan dinamika internal yang cukup panas dan nyaris berujung pada pengunduran diri sang pelatih.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa juru taktik asal Portugal itu sebenarnya sudah bersiap meninggalkan jabatannya beberapa hari sebelum manajemen Manchester United resmi mencopotnya dari kursi manajer utama.

Manchester United memilih mengakhiri kerja sama dengan Amorim setelah kebersamaan selama sekitar 14 bulan yang diwarnai banyak ketegangan. Pelatih berusia 40 tahun tersebut kehilangan posisinya usai insiden emosional yang terjadi setelah laga imbang 1-1 kontra Leeds United.

Luapan emosi Amorim usai pertandingan disebut-sebut menjadi pemicu terakhir yang membuat manajemen klub merasa situasi sudah tidak bisa dikendalikan. Namun, masalah yang dihadapi Amorim rupanya tidak hanya soal hasil pertandingan.

Hubungannya dengan para petinggi klub juga dilaporkan memburuk secara drastis dalam beberapa waktu terakhir.


Benturan dengan Manajemen

Konflik paling mencolok disebut terjadi antara Amorim dan direktur olahraga Manchester United, Jason Wilcox, menjelang pertandingan tandang ke Elland Road. Keduanya dikabarkan terlibat adu argumen sengit terkait arah pembangunan tim, kebijakan transfer pemain, hingga pengambilan keputusan strategis klub.

Ketegangan tersebut menciptakan suasana kerja yang tidak lagi sehat. Perbedaan pandangan antara pelatih dan direktur olahraga itu menjadi sinyal kuat bahwa posisi Amorim berada dalam ancaman serius.

Laporan media Inggris mengungkapkan bahwa usai pertikaian tersebut, Amorim bahkan sempat menyampaikan kepada lingkaran terdekatnya bahwa ia mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya. Keinginan itu muncul akibat akumulasi rasa frustrasi terhadap performa tim serta konflik internal yang terus berlarut.


Merasa Dibatasi

Amorim dikabarkan merasa kewenangannya sebagai pelatih kepala semakin menyempit. Ia juga menilai dukungan manajemen tidak lagi sepenuhnya berada di belakangnya. Dalam kondisi seperti itu, pengunduran diri dianggap sebagai langkah paling elegan untuk menghindari konflik terbuka yang berpotensi merugikan semua pihak.

Baca Juga  Leeds United vs Arsenal: Tantangan Berat bagi Mental Juara The Gunners

Namun, rencana tersebut akhirnya tertunda. Amorim disebut mengurungkan niatnya setelah menjalani pembicaraan mendalam dengan sang agen, Raul Costa.

Dalam diskusi tersebut, sang agen meyakinkan Amorim untuk tetap bertahan dan berupaya memperbaiki situasi setidaknya hingga musim berakhir. Mundur di tengah tekanan dinilai berisiko mencoreng reputasinya sebagai pelatih muda yang tengah menanjak.


Berakhir dalam 14 Bulan

Keputusan untuk bertahan ternyata tidak bertahan lama. Hanya berselang beberapa hari setelah membatalkan rencana pengunduran diri, Manchester United justru mengambil langkah tegas dengan memecat Amorim.

Langkah ini menegaskan bahwa masa depan Amorim di Old Trafford sebenarnya sudah berada di ujung jalan, bahkan sebelum isu pengunduran dirinya mencuat ke publik.

Pemecatan tersebut menutup periode 14 bulan yang penuh gejolak bagi Amorim bersama Setan Merah. Ia datang dengan nama besar dan ekspektasi tinggi untuk membangkitkan kembali kejayaan klub, namun tekanan internal dan realita di lapangan membuat proyek tersebut gagal terwujud sesuai rencana.