DUNIA  

Barcelona Harus Menang di Dua Laga Terakhir Liga Champions untuk Amankan Lolos Babak 16 Besar

Tekanan Meninggi, Setiap Laga Jadi Penentu Nasib Barcelona

Marcus Rashford
Marcus Rashford

mixparlay.do.id,Jakarta – Barcelona kini berada di titik kritis Liga Champions musim ini. Setelah melewati sebagian besar fase grup, tim asuhan Hansi Flick menghadapi kenyataan yang menuntut fokus penuh: tidak ada ruang untuk kesalahan. Setiap pertandingan kini memiliki bobot yang sangat besar karena bisa menentukan apakah Blaugrana mampu melaju ke babak 16 besar atau justru tersingkir lebih awal.

Saat ini, posisi Barcelona di klasemen keseluruhan fase grup masih jauh dari aman. Dengan 10 poin yang dimiliki, mereka menempati peringkat ke-15, berada di luar zona delapan besar yang memberikan tiket otomatis ke babak knock-out. Kondisi ini jelas membuat tekanan semakin berat. Sisa dua laga menjadi penentu akhir perjalanan tim asal Catalan di kompetisi elit Eropa ini.

Barcelona akan menjalani laga tandang ke markas Slavia Praha terlebih dahulu. Selanjutnya, mereka akan menutup fase grup dengan pertandingan kandang menghadapi FC Copenhagen pada 28 Januari mendatang. Kedua laga ini menjadi penentu hidup-matinya peluang tim. Kesalahan sekecil apa pun bisa langsung memupus harapan Barcelona untuk lolos.


Enam Poin dari Dua Laga Terakhir Jadi Mutlak

Saat ini, Blaugrana memiliki 10 poin. Dalam konteks persaingan ketat di fase grup Liga Champions, angka tersebut menempatkan mereka dalam posisi yang rawan. Tidak ada skenario aman yang bisa diandalkan, sehingga meraih enam poin dari dua laga terakhir menjadi harga mati.

Jika Barcelona berhasil memenangkan kedua pertandingan tersebut, mereka akan mengakhiri fase grup dengan total 16 poin. Secara historis, angka ini biasanya cukup untuk memastikan posisi di delapan besar. Namun, tantangan sebenarnya tidak hanya sekadar meraih kemenangan. Barcelona juga harus menghadapi fakta bahwa mereka tidak sepenuhnya mengendalikan nasib sendiri. Banyak rival langsung yang masih berada di depan dengan selisih poin tipis.

Baca Juga  3 Tim yang Masih Sempurna di Pekan Ketiga League Phase Liga Champions 2025/2026: 3 Lagi Bakal Menyusul?

Saat ini, Inter Milan, Atletico Madrid, dan Liverpool unggul dua poin dari Barcelona. Sementara itu, Atalanta berada di posisi kedelapan dengan 13 poin, menjadi batas akhir zona aman. Situasi ini membuat Barcelona tidak hanya dituntut untuk menang, tetapi juga menang dengan margin gol yang memadai. Selisih gol berpotensi menjadi faktor krusial jika beberapa tim finis dengan jumlah poin yang sama.


Persaingan Ketat dengan Pesaing Langsung

Ketatnya persaingan terlihat dari jadwal para rival. Atalanta akan menghadapi Athletic Club dengan selisih gol +2. Atletico Madrid bertandang ke Galatasaray dengan selisih +3, sedangkan Liverpool akan melawat ke Marseille dengan margin gol serupa. Dalam konteks ini, Barcelona tidak bisa sekadar mengandalkan kemenangan tipis. Tim asuhan Hansi Flick harus tampil agresif dan mendominasi pertandingan agar posisi mereka di delapan besar tetap aman.

Secara matematis, menyalip tim-tim lain seperti Newcastle United yang memiliki selisih gol +7, atau Chelsea dengan +5, juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, selisih gol Barcelona berada di angka +3. Positif, tapi sangat rentan ketika banyak tim finis dengan poin yang rapat. Hal ini menegaskan bahwa Blaugrana harus meraih kemenangan dengan margin gol yang meyakinkan untuk mengamankan posisi mereka.


Tekanan dan Strategi Barcelona

Tekanan yang dihadapi Barcelona saat ini tidak hanya datang dari rival di lapangan, tetapi juga dari ekspektasi publik dan sejarah klub. Sebagai salah satu tim terbesar di Eropa, kegagalan lolos ke babak 16 besar akan menjadi pukulan besar bagi reputasi tim. Hansi Flick, sebagai manajer, dihadapkan pada tugas berat untuk memastikan tim tetap fokus dan bermain konsisten di sisa laga.

Baca Juga  3 Tim yang Masih Sempurna di Pekan Ketiga League Phase Liga Champions 2025/2026: 3 Lagi Bakal Menyusul?

Dari sisi strategi, Barcelona harus menyeimbangkan antara pertahanan yang solid dan serangan yang agresif. Kesalahan di lini belakang dapat berakibat fatal, sementara kelemahan di lini depan bisa membuat peluang mencetak gol penting hilang. Blaugrana harus tampil dominan, efektif dalam menyerang, dan disiplin dalam bertahan. Keberhasilan di dua laga terakhir ini bukan hanya soal poin, tetapi juga soal menjaga keunggulan selisih gol dan psikologis tim menjelang babak knock-out.


Kesimpulan

Dengan dua laga tersisa, Barcelona memasuki fase paling kritis Liga Champions musim ini. Enam poin menjadi harga mati, sementara selisih gol bisa menentukan nasib tim. Persaingan dengan Inter Milan, Atletico Madrid, Liverpool, Atalanta, serta tim-tim lain membuat misi ini semakin menantang. Blaugrana harus tampil agresif, konsisten, dan dominan agar bisa memastikan tempat di delapan besar. Drama fase grup Liga Champions musim ini belum berakhir, dan Barcelona kini berada di garis depan pertarungan menentukan nasib mereka di Eropa.