DUNIA  

Michael Owen: Gol Saja Tak Cukup, Harry Kane Harus Angkat Trofi Piala Dunia Demi Ballon d’Or

Dominasi di Bundesliga belum cukup, Kane dituntut membawa Inggris berjaya di Piala Dunia.

Michael Owen menegaskan performa di turnamen besar lebih menentukan dibanding jumlah gol semata.
Michael Owen menegaskan performa di turnamen besar lebih menentukan dibanding jumlah gol semata.

mixparlay.co.id, Jakarta – Legenda sepak bola Inggris, Michael Owen, menyampaikan pandangannya mengenai peluang Harry Kane dalam perburuan Ballon d’Or. Menurut mantan striker Liverpool dan Real Madrid tersebut, ketajaman di level klub belum cukup untuk membawa Kane meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

Owen menilai bahwa penampilan Kane bersama Timnas Inggris di ajang Piala Dunia akan menjadi penentu utama. Turnamen besar seperti Piala Dunia, khususnya yang digelar dalam tahun penilaian Ballon d’Or, memiliki pengaruh sangat besar terhadap hasil akhir pemungutan suara.

Harry Kane memang tengah berada dalam performa puncak. Bersama Bayern Munich, penyerang berusia 31 tahun itu tampil luar biasa sepanjang musim 2025/26. Meski kompetisi baru memasuki awal tahun, Kane sudah mencatatkan lebih dari 30 gol di semua ajang bersama klub raksasa Jerman tersebut.

Di Bundesliga, Kane memimpin daftar top skor dan berpeluang besar mengantarkan Bayern Munich kembali meraih gelar juara. Dominasi Die Roten di kompetisi domestik membuat nama Kane kian sering disebut sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or, penghargaan yang terakhir kali dimenangkan pemain asal Inggris pada 2001 oleh Michael Owen.

Namun, Owen menegaskan bahwa prestasi klub saja belum menjadi jaminan. Ia menilai Ballon d’Or sering kali ditentukan oleh kombinasi situasi ideal yang saling mendukung.

“Saya sering menyebutnya sebagai perfect storm. Untuk memenangkan Ballon d’Or, Anda membutuhkan musim individu yang luar biasa dan berada di tim yang sukses. Faktor-faktor itu harus bertemu pada waktu yang tepat,” ujar Owen.

Trofi Jadi Kunci Utama

Owen meyakini Bayern Munich memiliki peluang sangat besar menjuarai Bundesliga musim ini. Jika Kane mampu membawa klubnya melangkah jauh di Liga Champions, bahkan hingga menjadi juara, maka posisinya dalam persaingan Ballon d’Or akan semakin kuat. Meski begitu, Piala Dunia tetap menjadi variabel terpenting.

Baca Juga  Tak Bersinar di West Ham, Niclas Füllkrug Mulai Lembar Baru Bersama AC Milan

“Jika Bayern juara liga, lalu menjuarai Liga Champions, dan Kane tampil gemilang di Piala Dunia, maka peluangnya sangat besar. Namun, semua itu masih bergantung pada banyak hal,” lanjut Owen.

Ia menambahkan bahwa sejarah Ballon d’Or menunjukkan betapa besarnya pengaruh Piala Dunia. Pemain yang bersinar di turnamen tersebut, terutama yang menjadi penentu di partai final, hampir selalu mendapat keuntungan besar dalam penilaian.

“Di tahun Piala Dunia, segalanya sangat bergantung pada siapa yang memenangkan turnamen itu. Bobotnya luar biasa besar. Bahkan pemain dengan musim biasa saja bisa unggul jika ia menjadi top skor Piala Dunia dan mencetak gol krusial di final,” jelasnya.

Faktor Konsistensi dan Kebugaran

Selain trofi, Owen juga menyoroti pentingnya konsistensi dan kondisi fisik. Kane harus mampu menjaga kebugaran, terus tampil tajam, dan mendapat dukungan penuh dari tim yang solid jika ingin mencatatkan sejarah.

Pandangan Owen tersebut ternyata sejalan dengan pemikiran Kane sendiri. Kapten Timnas Inggris itu menyadari bahwa penghargaan Ballon d’Or hampir selalu diberikan kepada pemain yang sukses memadukan performa individu dengan pencapaian tim.

“Saya bisa saja mencetak 100 gol dalam satu musim, tetapi jika tidak memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia, peluang Ballon d’Or tetap kecil,” ujar Kane.

Menurutnya, standar tersebut berlaku untuk semua pemain elite dunia, termasuk Erling Haaland dan bintang-bintang lainnya. Ballon d’Or, kata Kane, menuntut lebih dari sekadar statistik gol.

“Ini berlaku untuk semua pemain top. Anda harus memenangkan trofi-trofi besar,” tegasnya.

Apabila Kane mampu membawa Bayern Munich berjaya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memimpin Inggris meraih prestasi tertinggi di Piala Dunia, maka kansnya mengangkat Ballon d’Or akan semakin terbuka. Kesuksesan tersebut juga berpotensi menjadikannya pemain Inggris pertama yang memenangkan Ballon d’Or sejak Michael Owen lebih dari dua dekade lalu.