mix parlay.co.id, jakarta – Tottenham Hotspur kembali menelan kekecewaan setelah kalah 1-2 dari Aston Villa pada laga putaran ketiga Piala FA yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium. Hasil ini membuat Spurs harus angkat koper lebih awal, sekaligus memperbesar tekanan terhadap manajer Thomas Frank yang kembali menjadi sasaran cemoohan suporter.
Villa tampil lebih efektif sejak awal laga. Tim tamu memanfaatkan permainan Spurs yang terlihat lamban dan kurang tajam di babak pertama. Emi Buendia membuka keunggulan Aston Villa melalui sepakan keras, sebelum Morgan Rogers menggandakan skor dan membuat tuan rumah semakin tertekan.
Sorakan ketidakpuasan dari tribun mengiringi para pemain Tottenham saat turun minum. Situasi memanas ketika Frank dan timnya kembali mendapat ejekan, mencerminkan hubungan yang kian renggang antara skuad Spurs dan pendukung mereka.
Spurs Bangkit, Namun Terlambat
Memasuki babak kedua, Tottenham menunjukkan respons yang lebih positif. Gol Wilson Odobert memberi harapan bagi tuan rumah dan mengubah momentum pertandingan. Dukungan suporter yang sebelumnya bernuansa ejekan perlahan berubah menjadi sorakan penyemangat.
Spurs terus menekan demi menyamakan kedudukan. Odobert, Mathys Tel, dan Xavi Simons bergantian menciptakan peluang berbahaya, memaksa kiper Villa, Marco Bizot, melakukan sejumlah penyelamatan penting. Namun, rapuhnya performa di awal laga membuat Tottenham kesulitan mengejar ketertinggalan hingga peluit akhir dibunyikan.
Kekalahan ini menjadi yang ke-10 bagi Spurs di musim ini di bawah asuhan Thomas Frank, sekaligus memastikan langkah mereka terhenti di Piala FA. Kekecewaan kembali terdengar dari tribun saat para pemain meninggalkan lapangan.
Kericuhan Usai Laga
Ketegangan tak berhenti setelah pertandingan. Joao Palhinha kembali menjadi pusat perhatian setelah terlibat insiden dengan pemain Villa. Gelandang Spurs itu bereaksi terhadap selebrasi Ollie Watkins di depan pendukung Aston Villa, yang kemudian memicu adu dorong singkat antar pemain.
Situasi sempat memanas sebelum diredam oleh beberapa pemain dari kedua tim, termasuk Morgan Rogers dan Micky van de Ven. Thomas Frank terlihat menyaksikan kejadian tersebut dari kejauhan dengan ekspresi kecewa.
Frank dan Emery Buka Suara
Dalam konferensi pers, Thomas Frank menyayangkan sikap Watkins yang dinilainya provokatif.
“Kami kalah dalam pertandingan yang ketat dan kondisi tim sedang tidak ideal. Selebrasi seperti itu bisa memancing emosi. Dalam situasi seperti ini, reaksi semacam itu mudah terjadi,” ujar Frank.
Sementara itu, pelatih Aston Villa, Unai Emery, menyerahkan sepenuhnya insiden tersebut kepada wasit.
“Wasit menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Dalam pertandingan penuh tensi, reaksi emosional dari pemain bisa dimengerti,” kata Emery.
Emery juga mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi Boubacar Kamara, yang harus meninggalkan lapangan dengan pincang setelah menerima tekel keras di lutut dari Palhinha. Gelandang Villa itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tingkat cederanya.
Masa Depan Spurs di Persimpangan
Dengan tersingkirnya Tottenham dari Piala FA, fokus Aston Villa kini beralih ke undian putaran keempat. Sementara itu, Thomas Frank menghadapi tugas berat untuk mengangkat kembali mental tim jelang derbi London melawan West Ham pada 17 Januari.
Pertandingan tersebut diprediksi menjadi laga krusial yang dapat menentukan nasib sang manajer. Tekanan dari publik dan suporter terus meningkat, terutama setelah rangkaian hasil negatif yang dialami Spurs musim ini.
Reaksi Penggemar Terbelah
Pendapat suporter Tottenham pun terpecah. Sebagian menilai Frank harus segera meninggalkan kursi pelatih, sementara yang lain percaya masalah klub lebih dalam dari sekadar pergantian manajer.
Ada pula yang menilai laga kontra West Ham akan menjadi ujian terakhir bagi Frank. Jika kembali gagal meraih kemenangan, pemecatan dinilai sulit dihindari. Namun, tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa pergantian pelatih di tengah musim hanya akan memperpanjang krisis, dan klub seharusnya fokus pada dukungan jangka panjang, termasuk di bursa transfer.
Yang jelas, situasi di Tottenham saat ini jauh dari kata ideal, dan kekalahan dari Aston Villa hanya mempertegas bahwa Spurs masih bergulat dengan masalah besar di dalam dan luar lapangan.











