mxiparlay.co.id, Jakarta – Antoine Semenyo dipastikan masuk dalam daftar pemain yang bisa diturunkan Manchester City saat menghadapi Newcastle United pada laga semifinal Piala Carabao. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa malam waktu setempat dan disiarkan langsung oleh Sky Sports.
Kepastian ini tak lepas dari perubahan regulasi EFL. Berdasarkan aturan terbaru EFL 6.4, seorang pemain kini diperbolehkan membela maksimal dua klub berbeda dalam satu edisi kompetisi yang sama. Dengan ketentuan tersebut, Semenyo tetap memenuhi syarat meski sebelumnya sempat tampil bersama Bournemouth.
Penyerang asal Ghana itu sempat turun sebagai pemain pengganti saat Bournemouth kalah 0-2 dari Brentford pada Agustus lalu, laga yang membuat The Cherries tersingkir dari Piala Carabao. Namun, aturan lama yang membatasi keterlibatan pemain kini tak lagi berlaku.
Semenyo resmi bergabung dengan Manchester City dari Bournemouth dengan nilai transfer mencapai £64 juta. Ia langsung mencuri perhatian dengan mencetak gol pada laga debutnya saat City membantai Exeter 10-1 di ajang Piala FA akhir pekan lalu.
Selain Semenyo, Pep Guardiola juga berpotensi menurunkan Max Alleyne. Bek muda tersebut kembali lebih cepat dari masa peminjamannya di Watford menyusul krisis cedera di lini pertahanan City dan dinyatakan memenuhi syarat tampil.
Howe: Pengalaman Musim Lalu Jadi Modal Penting
Manajer Newcastle United, Eddie Howe, optimistis pengalaman menjuarai Piala Carabao musim lalu bisa menjadi bekal berharga timnya dalam upaya mempertahankan gelar, meski harus menghadapi Manchester City di babak semifinal.
The Magpies memang tidak tampil dengan kekuatan penuh. Sejumlah pemain kunci seperti Tino Livramento, Fabian Schär, dan Dan Burn dipastikan absen. Kendati demikian, Howe menilai memori sukses musim lalu dapat menjadi sumber kepercayaan diri timnya.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian musim lalu. Setiap pengalaman itu kini menjadi pengingat akan kemampuan kami dan memberi rasa optimisme,” ujar Howe.
Ia menyoroti keberhasilan Newcastle melewati semifinal dua leg melawan Arsenal musim lalu sebagai momen penting dalam perjalanan mereka menuju trofi.
“Kami tampil sangat disiplin dan matang, terutama saat menjalani laga tandang lebih dulu. Leg kedua di kandang benar-benar menunjukkan profesionalisme para pemain,” jelasnya.
Howe menegaskan bahwa pelajaran dari dua laga tersebut akan sangat berguna menghadapi City, meski situasinya berbeda.
“Leg pertama kali ini dimainkan di kandang sendiri. Tahun lalu, dukungan suporter sangat luar biasa, terutama ketika kami mencetak gol telat untuk memastikan kemenangan. Atmosfer seperti itu akan kami butuhkan lagi,” katanya.
Guardiola: Trofi Bukan Satu-satunya Tolak Ukur
Di sisi lain, manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa pencapaian sebuah tim tidak semata-mata diukur dari jumlah trofi yang diraih. Pernyataan itu disampaikannya menjelang leg pertama semifinal Piala Carabao melawan Newcastle United.
City menjalani musim tanpa trofi pada musim lalu dan kini berpeluang mengawali musim ini dengan gelar Piala Carabao, yang berpotensi menjadi trofi kesembilan mereka di kompetisi tersebut. Namun, Guardiola menekankan bahwa fokus utamanya tetap pada proses dan kualitas permainan.
“Ini bukan sekadar soal menang atau kalah trofi. Yang terpenting adalah bagaimana tim berkembang dan menjadi lebih baik,” ujar Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui performa City musim lalu memang belum layak untuk meraih banyak gelar.
“Jika kami menang ketika tidak bermain dengan baik, itu bisa menjadi gangguan. Itu mungkin terjadi, tetapi bukan esensi dari pekerjaan kami,” tegasnya.
Menurut Guardiola, tujuan utama tim adalah memberikan performa terbaik di setiap pertandingan, baik untuk kepuasan internal maupun para pendukung.
“Kami selalu berusaha melakukan hal-hal kecil dengan lebih baik di laga berikutnya. Ketika proses itu dijalani dengan benar, peluang meraih gelar akan datang dengan sendirinya,” tutupnya.











