Persaingan Sengit Ujung Tombak Arsenal: Gabriel Jesus atau Viktor Gyokeres, Siapa Paling Tajam?

Performa impresif Gabriel Jesus dan gol indah Viktor Gyokeres membuat Mikel Arteta memiliki banyak pilihan di lini depan Arsenal.

Brace Gabriel Jesus di markas Inter Milan memanaskan persaingan striker Arsenal jelang laga krusial Premier League.
Brace Gabriel Jesus di markas Inter Milan memanaskan persaingan striker Arsenal jelang laga krusial Premier League.

mixparlay.co.id,Jakarta – Lini depan Arsenal tengah memanas. Gabriel Jesus menunjukkan ketajamannya saat The Gunners menantang Inter Milan pada matchday ketujuh fase liga Liga Champions 2025/2026, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Striker asal Brasil itu memborong dua gol dan membawa Arsenal pulang dengan kemenangan meyakinkan 3-1.

Brace tersebut bukan sekadar penentu tiga poin di Giuseppe Meazza, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Jesus siap memimpin serangan Arsenal saat menghadapi Manchester United di ajang Premier League akhir pekan nanti.

Namun, posisi ujung tombak tak sepenuhnya aman. Viktor Gyokeres, penyerang anyar Arsenal berusia 27 tahun, juga mencuri perhatian. Meski hanya tampil selama 15 menit, striker asal Swedia itu sukses mencetak gol indah lewat tembakan melengkung kaki kanan ke sudut atas gawang Inter. Gol tersebut dianggap sebagai penyelesaian terbaik Gyokeres sejak bergabung dari Sporting CP pada awal musim.


Rotasi Efektif Racikan Arteta

Gol Gyokeres mengingatkan publik pada lesakan Petar Sucic yang sempat menyamakan skor bagi Inter pada menit ke-18. Namun Arsenal kembali menjauh setelah Gabriel Jesus mencetak gol keduanya di menit ke-31. Kemenangan itu sekaligus memperpanjang rekor sempurna Arsenal menjadi tujuh kemenangan dari tujuh laga Liga Champions musim ini.

Hasil tersebut memastikan Arsenal finis di dua besar fase liga dan mengantongi tiket otomatis ke babak 16 besar, dengan keuntungan memainkan leg kedua di kandang sendiri.

Menariknya, Mikel Arteta melakukan tujuh perubahan pemain dalam laga tersebut. Meski demikian, performa tim tetap stabil dan solid. Rotasi di lini serang terbukti berjalan nyaris tanpa cela.

“Jika diminta membayangkan skenario ideal, mungkin inilah hasilnya. Saya sangat puas, terutama dengan kontribusi individu para pemain. Menang di San Siro selalu membutuhkan penampilan luar biasa,” ujar Arteta.

Baca Juga  Pep Guardiola hingga Mikel Arteta Bereaksi atas Kepergian Mendadak Enzo Maresca dari Chelsea

Ia juga menyoroti padatnya jadwal tim. “Kami menjalani empat laga tandang beruntun di empat kompetisi berbeda hanya dalam 10 hari. Itu sangat ekstrem. Namun rotasi membuat semua pemain merasa dibutuhkan dan selalu siap tampil,” tambahnya.


Panggung Spesial untuk Gabriel Jesus

Gol pertama Jesus pada menit ke-10 memang sedikit diwarnai keberuntungan. Eberechi Eze memulai serangan cepat sebelum bola mengarah ke Jurrien Timber, yang gagal menuntaskan peluang. Bola muntah langsung disambar Jesus dengan tendangan voli presisi yang tak mampu dibendung Yann Sommer.

Ironisnya, penyelesaian klinis semacam ini belakangan justru kerap dikritik dari permainan Gyokeres, termasuk soal penempatan posisi di kotak penalti.

Sementara gol kedua Jesus lahir dari situasi bola mati. Sepak pojok Bukayo Saka disambut sundulan Leandro Trossard yang membentur mistar. Bola pantul jatuh tepat di hadapan Jesus, yang dengan mudah menanduknya ke gawang Inter.

“Ini seperti mimpi. Sejak kecil saya bermimpi menjadi pesepak bola. Saya tumbuh dengan menonton Serie A. Bisa bermain dan mencetak gol di stadion ini membuat saya sangat terharu,” ungkap mantan pemain Manchester City tersebut.

Secara statistik, kontribusi Jesus di Liga Champions memang menonjol. Ia telah mengoleksi 26 gol dan delapan assist dari 52 penampilan, dengan rata-rata lebih dari satu kontribusi gol setiap 90 menit.


Persaingan Mulai Sehat

Arsenal sejatinya sudah lama mencari formula ideal di posisi striker. Musim lalu, Kai Havertz sempat diplot sebagai penyerang tengah saat Jesus mengalami cedera, sementara Mikel Merino juga tampil cukup efektif sebagai alternatif. Kehadiran Gyokeres pada bursa transfer musim panas 2025 menambah kedalaman opsi di lini depan.

Kini, Jesus, Gyokeres, dan Havertz berada dalam kondisi bugar. Persaingan terbuka ini diyakini dapat memacu performa masing-masing pemain, sekaligus mengurangi tekanan pada Gyokeres yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi selama enam bulan pertamanya di Inggris.

Baca Juga  5 Tim Inggris dengan Koleksi Trofi Terbanyak: Liverpool Ungguli MU

Gyokeres sempat memperlihatkan perkembangan saat menghadapi Chelsea di Carabao Cup, namun kembali kesulitan saat melawan Nottingham Forest. Di markas Inter, ia menjawab kritik dengan aksi cerdas: mengontrol umpan terobosan Gabriel Martinelli menggunakan sisi luar kaki, sebelum menuntaskannya dengan tenang.

“Permainan saat itu sangat cocok untuk Viktor. Dia mendapatkan dua peluang dan mampu memaksimalkan salah satunya. Ini adalah laga tandang kedua di mana dia tampil bagus, dan konsistensinya mulai terlihat,” kata Arteta.


Dilema Positif bagi Arsenal

Kini Arteta menghadapi pilihan menarik: mempertahankan Gyokeres yang tengah menemukan ritme, atau memberi kesempatan starter kepada Jesus usai performa impresif di Milan. Kai Havertz pun tetap menjadi kartu truf yang bisa saja melampaui keduanya jika dinilai siap tampil reguler.

Dengan kedalaman skuad seperti ini, Arsenal memiliki modal kuat untuk bersaing di empat kompetisi sekaligus. Bahkan pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyebut Arsenal sejajar dengan Bayern Munchen sebagai dua tim terbaik di Eropa saat ini.

“Semua pemain tentu ingin menjadi starter. Saya sudah 28 tahun dan memahami sepak bola dengan baik. Saya senang Viktor mencetak gol, saya juga senang bisa mencetak gol, dan saya yakin Kai akan melakukan hal yang sama saat mendapat kesempatan,” tutup Gabriel Jesus.