mixparlay.co.id ,Jakarta – Nasib Kobbie Mainoo di Manchester United (MU) sempat berada di ujung tanduk. Di masa kepemimpinan Ruben Amorim, gelandang muda tersebut tak masuk rencana utama dan lebih sering tersisih. Ironisnya, Amorim justru lebih dulu meninggalkan Old Trafford, sementara Mainoo kini bangkit dan menjadi sosok vital di lini tengah Setan Merah.
Saat itu, Amorim menilai Mainoo kurang cocok dipasangkan dengan Casemiro. Faktor fisik, stamina, serta minimnya pengalaman dianggap sebagai kelemahan sang pemain muda, sehingga ia jarang mendapat kesempatan tampil reguler.
Namun, periode suram selama lebih dari setahun tersebut perlahan sirna. Mainoo kembali menunjukkan kelasnya lewat performa gemilang saat Manchester United meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham, Minggu (1/2/2026). Penampilan itu menandai kebangkitan sang lulusan akademi MU.
Perubahan besar terjadi sejak Michael Carrick ditunjuk sebagai manajer interim. Di bawah arahannya, MU langsung mencatatkan tiga kemenangan beruntun dalam tiga laga awal—catatan yang sebelumnya membutuhkan waktu hampir satu musim penuh bagi Amorim.
Carrick membawa United menumbangkan Manchester City, Arsenal, dan Fulham, dengan duet lini tengah yang solid: Kobbie Mainoo dan Casemiro. Kombinasi ini justru menjadi tulang punggung tim, meski sebelumnya enggan digunakan Amorim.
Mainoo kini mencatat empat kali starter beruntun di semua ajang sejak Carrick, didampingi caretaker Darren Fletcher, meninggalkan formasi 3-4-2-1 warisan Amorim dan beralih ke sistem yang lebih seimbang.
Jika sebelumnya MU kerap kesulitan saat hanya mengandalkan dua gelandang tengah, bahkan berpotensi kembali kerepotan bila skema lama digunakan kontra Fulham, kali ini Mainoo dan Casemiro tampil dominan dalam formasi 4-2-3-1.
Carrick Lemparkan Pujian untuk Mainoo
Usai laga, Carrick tak ragu melontarkan pujian setinggi langit untuk Mainoo. Ia menyebut sang gelandang muda sebagai pemain yang sangat menghibur sekaligus efektif untuk disaksikan, terutama dalam laga menegangkan melawan Fulham.
Fulham, yang diasuh Marco Silva, beberapa kali menekan lewat area tengah. Situasi tersebut membuat Casemiro dan Mainoo harus bekerja ekstra keras menjaga keseimbangan permainan.
“Kobbie bermain sangat luar biasa hari ini, lagi-lagi di banyak aspek,” ujar Carrick, dikutip dari The Sun, Senin (2/2/2026). “Fulham menumpuk pemain di tengah dengan pergerakan yang intens, jadi beban kerja Kobbie dan Casemiro sangat besar, terutama saat bertahan.”
Menurut Carrick, kontribusi Mainoo tanpa bola sangat menonjol. Ketika menguasai bola pun, sang pemain tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh tekanan.
“Kami sudah sering membahas kemampuannya untuk tetap kalem. Dia tahu apa yang harus dilakukan dan memilih momen yang tepat. Itu kualitas penting,” lanjutnya.
Carrick juga mengingatkan publik agar tidak lupa usia Mainoo yang masih sangat muda. “Dia masih bisa berkembang jauh. Melihatnya bermain dengan rasa percaya diri seperti hari ini sungguh menyenangkan, bukan hanya bagi saya, tapi bagi siapa pun yang menyukai sepak bola,” tambah pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Keraguan Amorim yang Beralasan
Sebenarnya, Amorim bukan tanpa alasan meragukan Mainoo. Saat sang pelatih datang, Mainoo masih berusia 19 tahun, sementara Casemiro kerap terlihat kelelahan di lini tengah.
Mantan pelatih Sporting CP itu menilai Mainoo lebih cocok menjadi pelapis Bruno Fernandes, yang kini kembali menemukan performa terbaiknya sebagai salah satu gelandang serang nomor 10 paling berpengaruh di liga.
Kembalinya Fernandes ke peran lebih ofensif membuka ruang bagi Mainoo untuk tampil lebih dalam. Sang pemain muda pun kini mengusung ambisi besar: menembus skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, Casemiro yang telah mengumumkan bakal hengkang di akhir musim tampak menikmati masa-masa terakhirnya bersama United. Ia mencetak gol kelimanya musim ini lewat sundulan memanfaatkan umpan Fernandes, serta mencatat assist untuk Matheus Cunha.
Dalam kondisi tersebut, mempertahankan Mainoo menjadi agenda penting bagi MU, seiring kebutuhan mencari pasangan gelandang baru di masa depan.
“Itulah standar yang kami harapkan darinya. Kadang kita lupa, dia masih sangat muda,” ujar Carrick kembali menegaskan.
Wajah Baru Mainoo di Old Trafford
Meski tampil solid, MU sempat kehilangan kendali setelah Casemiro ditarik keluar pada menit ke-75 dan digantikan Manuel Ugarte karena sudah mengantongi kartu. Gol Casemiro dan Cunha sempat disamakan oleh Fulham lewat penalti Raul Jimenez dan tembakan keras pemain pengganti, Kevin.
Namun, dua menit berselang, Bruno Fernandes menunjukkan kelasnya. Ia menurunkan bahu, berduel dengan Calvin Bassey, lalu mengirim umpan matang yang diselesaikan Benjamin Sesko menjadi gol penentu 3-2 di masa injury time, memicu euforia di Stretford End.
Bassey sebelumnya sempat menyebut betapa mudahnya Fulham mengeksploitasi sistem Amorim pada pertemuan pertama yang berakhir imbang 1-1 di Craven Cottage, Agustus lalu.
Dalam laga tersebut, Mainoo hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan. Bahkan sepanjang musim ini di era Amorim, ia baru sekali menjadi starter—saat MU menelan kekalahan mengejutkan dari Grimsby di ajang piala.
Kini situasinya jauh berbeda. Saat menghadapi Fulham di Old Trafford, Mainoo ikut larut dalam selebrasi kemenangan, memeluk Benjamin Sesko, Luke Shaw, Amad Diallo, dan Noussair Mazraoui, sebelum menghampiri Bruno Fernandes—simbol kebangkitan seorang gelandang muda yang kini menjadi denyut baru Manchester United.











