mixparlay.co.id, Jakarta – Manchester United kembali menelan kekecewaan setelah langkah mereka di Piala FA harus terhenti lebih awal. Bermain di kandang sendiri, Old Trafford, Setan Merah takluk 1-2 dari Brighton & Hove Albion pada laga putaran ketiga, hasil yang menambah panjang daftar masalah tim musim ini.
Kekalahan tersebut tidak hanya berarti tersingkir dari kompetisi, tetapi juga membuka kembali persoalan utama yang kini membayangi ruang ganti Manchester United. Caretaker manager Darren Fletcher menilai kondisi mental pemain berada dalam situasi yang mengkhawatirkan, terutama soal kepercayaan diri.
“Perasaannya tentu tidak sederhana,” ujar Fletcher selepas pertandingan. Ia menilai United sebenarnya memulai laga dengan cukup menjanjikan, namun situasi berubah drastis setelah Brighton mencetak gol pembuka.
“Kami mengawali pertandingan dengan cukup baik, tetapi kebobolan pertama sangat memengaruhi kami. Setelah itu, tempo permainan kami menurun. Bola terlalu lama bergulir dan kami jarang mengancam ruang di belakang pertahanan lawan,” jelasnya.
Masalah yang Terulang
Menurut Fletcher, apa yang terjadi di laga tersebut bukanlah kasus baru. Situasi serupa sudah terlihat pada pertandingan sebelumnya melawan Burnley. Ia menekankan bahwa dominasi penguasaan bola tanpa kecepatan dan intensitas yang memadai tidak akan memberikan dampak berarti.
“Kami memang menguasai bola, tetapi sepak bola tidak hanya soal itu. Anda harus memainkan bola dengan tempo. Hal itulah yang sulit kami lakukan, dan sudah saya sampaikan kepada para pemain saat turun minum,” ungkapnya.
Manchester United sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya memperkecil skor menjadi 1-2. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan, apalagi dukungan dari tribun Old Trafford semakin bergemuruh.
“Ketika skor berubah menjadi 2-1, saya sempat merasa kami punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Atmosfer stadion meningkat, energinya terasa. Namun pada akhirnya kami gagal memanfaatkannya,” lanjut Fletcher.
Ia menilai kegagalan tersebut kembali menunjukkan rapuhnya mental tim dalam situasi tertekan. Menurutnya, para pemain harus menemukan cara untuk bangkit dan merespons keadaan sulit.
Krisis Kepercayaan Diri
Fletcher secara terbuka mengakui bahwa rendahnya rasa percaya diri menjadi problem paling mendasar yang tengah dihadapi Manchester United.
“Tidak ada keraguan, kepercayaan diri para pemain sangat rendah. Begitu kebobolan, mental mereka langsung goyah. Padahal, kepercayaan diri adalah elemen yang sangat menentukan dalam sepak bola,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketika kepercayaan diri menghilang, satu-satunya jalan adalah bekerja lebih keras dan berjuang melalui hasil.
“Dalam kondisi seperti ini, Anda harus menggali lebih dalam: bertarung, bertahan, bekerja keras, dan meraih kemenangan. Dari sanalah kepercayaan diri perlahan bisa dibangun kembali,” katanya.
Meski situasi tim sedang sulit, Fletcher tetap meyakini kualitas skuad United. Ia menilai tim dihuni pemain-pemain berpengalaman dan bertalenta yang seharusnya mampu keluar dari tekanan jika mampu memperbaiki aspek mental.
Tantangan ke Depan
Menatap masa depan, Fletcher menilai tugas terberat bagi manajer Manchester United berikutnya adalah memulihkan rasa percaya diri pemain sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan pendekatan taktik yang mungkin berbeda.
“Membangun kepercayaan diri adalah tantangan utama. Selain itu, para pemain juga harus beradaptasi dengan gaya bermain dan formasi yang mungkin baru. Itu jelas bukan hal mudah,” tuturnya.
Namun, menurut Fletcher, kunci utama tetap terletak pada kebersamaan tim.
“Siapa pun yang memimpin, para pemain harus bersatu. Dalam jangka pendek, mungkin bukan permainan indah yang dibutuhkan, melainkan hasil positif yang bisa mengangkat mental tim,” pungkasnya.











