mixparlay.co.id, Jakarta – Sebuah duel menarik akan tersaji di Liga Italia 2025/2026 ketika Sassuolo menjamu Juventus di Mapei Stadium, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, diprediksi kembali menjadi sorotan dalam pertandingan ini.
Kedua tim datang dengan modal kurang maksimal. Sassuolo sebelumnya hanya meraih hasil imbang 1–1 saat menghadapi Parma di kandang sendiri pada Sabtu (3/1/2026). Hasil serupa juga dialami Juventus yang ditahan Lecce dengan skor identik 1–1, membuat persaingan di papan klasemen Serie A semakin ketat.
Saat ini Sassuolo berada di posisi ke-10 dengan koleksi 23 poin, sementara Juventus menempati urutan ke-4 dengan raihan 33 poin.
Ingin Tunjukkan Kapasitas Tim

Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, menegaskan bahwa laga melawan Juventus akan menjadi ujian besar bagi timnya. Ia mengakui kualitas Bianconeri, namun tetap percaya para pemainnya mampu memberikan perlawanan berarti.
Menurutnya, persiapan tim berjalan serius dan staf pelatih sudah menganalisis kekuatan lawan yang dihuni pemain papan atas.
“Kami siap menghadapi pertandingan sulit melawan tim dengan kualitas tinggi. Kami memahami karakter permainan mereka, tetapi target kami jelas — tampil sebaik mungkin dan memperlihatkan identitas permainan kami,” ujar Grosso melalui situs resmi klub.
Ia menambahkan bahwa laga seperti ini selalu menyimpan tantangan, namun Sassuolo akan mencoba memaksimalkan setiap peluang yang ada.
Mengandalkan Dukungan Suporter
Grosso berharap seluruh elemen tim berada dalam kondisi terbaik, termasuk pemain yang ada di bangku cadangan. Ia menekankan pentingnya kecerdasan taktik serta kedewasaan bermain di momen-momen krusial.
“Kami berupaya mempersiapkan detail dengan matang, memilih pemain yang siap tampil, sekaligus berharap mereka yang absen bisa segera kembali. Kami membutuhkan kontribusi dari seluruh skuad,” tuturnya.
Ia juga menyinggung peran suporter yang diharapkan menjadi dorongan tambahan di laga kandang tersebut.
“Stadion akan penuh, lawan membawa dukungan besar dan memiliki kualitas luar biasa. Tugas kami adalah bertahan dengan baik dan sebisa mungkin menciptakan masalah untuk mereka,” lanjut Grosso.
Laga Bernuansa Reuni
Pertemuan ini juga memiliki nilai emosional bagi Fabio Grosso. Sang pelatih pernah memperkuat Juventus sebagai pemain pada 2009 dan turut merasakan gelar Scudetto musim 2011–2012 sebelum memutuskan pensiun di tengah musim.
Selain itu, juara Piala Dunia 2006 tersebut juga sempat membesut tim Primavera Juventus (U-19) pada periode 2014–2017, sebelum kemudian melanjutkan karier kepelatihannya di klub lain.











