Bournemouth bangkit di kandang: Liverpool tumbang lewat gol menit ke-95.

Rekor tak terkalahkan Liverpool terhenti setelah kebobolan gol penentu di masa tambahan.

Gol Amine Adli pada menit-menit terakhir
Gol Amine Adli pada menit-menit terakhir

mixparlay.do.id,Jakarta –  Bournemouth menciptakan kejutan besar di Stadion Vitality setelah menundukkan Liverpool dengan skor tipis 3-2 dalam laga penuh drama. Gol Amine Adli pada menit-menit terakhir waktu tambahan memastikan kemenangan tuan rumah sekaligus mengakhiri catatan 13 pertandingan tanpa kekalahan The Reds di semua ajang.

Pertandingan langsung berjalan intens sejak awal. Bournemouth tampil agresif dan mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Liverpool. Dalam tempo 33 menit pertama, tim asuhan Andoni Iraola sudah unggul dua gol melalui Evanilson dan Álex Jiménez.

Gol pembuka lahir dari kesalahan antisipasi Virgil van Dijk terhadap bola lambung. Situasi tersebut dimanfaatkan Alex Scott untuk mengirim umpan matang kepada Evanilson, yang tanpa kesulitan menaklukkan Alisson dari jarak dekat. Kesialan Liverpool bertambah ketika Joe Gomez bertabrakan dengan kiper mereka sendiri dan harus meninggalkan lapangan karena cedera.

Pergantian pemain yang terlambat membuat Liverpool sempat bermain dengan 10 orang. Bournemouth tidak menyia-nyiakan situasi tersebut. James Hill melepaskan umpan terobosan ke sisi kanan kotak penalti, yang disambut Jiménez dengan penyelesaian tenang dari sudut sempit untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.

Liverpool akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan jelang turun minum. Memanfaatkan situasi sepak pojok, Van Dijk menebus kesalahannya dengan menyundul bola kiriman Dominik Szoboszlai di tiang dekat. Gol tersebut menjadi salah satu dari sedikit kontribusi Liverpool dari situasi bola mati musim ini.

Memasuki babak kedua, Arne Slot melakukan penyesuaian dengan memasukkan Andy Robertson. Liverpool tampil lebih menekan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, meski menguasai hampir 80 persen permainan dalam setengah jam pertama paruh kedua, peluang bersih sulit mereka ciptakan.

Upaya Liverpool baru membuahkan hasil pada menit ke-80. Tendangan bebas cepat menjadi senjata utama. Mohamed Salah menggulirkan bola ke sisi kanan, sebelum Szoboszlai melepaskan sepakan keras yang menembus pagar betis dan bersarang di sudut bawah gawang Djordje Petrovic. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Baca Juga  Mixparlay Bola Terbaru: Analisis Tim Favorit & Kuda Hitam untuk Prediksi Menang Maksimal

Gol itu menegaskan ketajaman Szoboszlai dari luar kotak penalti. Gelandang asal Hungaria tersebut kini menjadi salah satu pemain paling produktif di Liga Inggris musim ini dalam urusan tembakan jarak jauh.

Setelah skor kembali imbang, kedua tim sama-sama berusaha mencari gol penentu. Bournemouth sempat memperoleh peluang emas lewat serangan balik cepat, namun Evanilson gagal memaksimalkannya. Di sisi lain, Liverpool juga nyaris berbalik unggul ketika tembakan Florian Wirtz memaksa Petrovic melakukan penyelamatan penting.

Drama puncak terjadi pada menit ke-95. Lemparan jauh ke kotak penalti Liverpool kembali menjadi masalah lama bagi lini pertahanan The Reds. Bola liar gagal dibuang dengan sempurna dan jatuh ke kaki Amine Adli, yang dengan tenang mengarahkan bola melewati Alisson dari sudut sempit. Stadion Vitality pun bergemuruh menyambut gol kemenangan tersebut.

Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Liverpool. Mereka tercatat sudah tiga kali kebobolan gol penentu pada menit ke-90 atau lebih di Liga Inggris musim ini, jumlah terbanyak dalam satu musim kompetisi. Hasil ini juga menjadi semacam balasan bagi Bournemouth, yang sebelumnya pernah kebobolan gol telat saat bertandang ke Anfield pada Agustus lalu.

Bagi Andoni Iraola, kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan timnya. Bournemouth kini berhasil meraih dua kemenangan dari tiga laga liga terakhir, menyamai jumlah kemenangan yang mereka raih dalam 16 pertandingan sebelumnya. Performa ini diharapkan menjadi titik balik setelah periode sulit yang sempat mereka alami akibat badai cedera.

Sementara itu, hasil ini menjadi peringatan serius bagi Liverpool. Meski sebelumnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Liga Champions, performa mereka di liga domestik kembali dipertanyakan setelah gagal menjaga konsentrasi hingga detik terakhir.