mixparlay.do.id,Jakarta – Usai memastikan diri sebagai juara grup Liga Champions di tengah pekan, Arsenal kembali dihadapkan pada tuntutan besar untuk menjaga reputasi mereka sebagai kekuatan utama sepak bola Inggris. Tantangan berikutnya datang dari Leeds United dalam laga yang akan digelar di Elland Road, Jumat malam, 31 Januari, pukul 22.00 waktu setempat.
Meski berstatus pemuncak klasemen, performa Arsenal belakangan ini belum sepenuhnya meyakinkan. Duel kontra Leeds United pada pekan ke-24 Liga Premier menjadi laga krusial bagi kedua tim yang memiliki misi berbeda. Arsenal berusaha mempertahankan posisi teratas di tengah ketatnya persaingan gelar, sementara Leeds tengah berjuang keras mengumpulkan poin demi menjauh dari ancaman degradasi.
Performa The Gunners memang sedang diuji. Kekalahan 2-3 dari Manchester United di Emirates Stadium memperpanjang catatan minor mereka menjadi tiga laga tanpa kemenangan di liga. Hasil tersebut memberi celah bagi Manchester City dan Aston Villa untuk memangkas jarak poin. Walau masih unggul empat angka di puncak klasemen, tekanan terhadap pasukan Mikel Arteta kini semakin terasa.
Seiring dengan hasil yang kurang stabil, muncul pula tanda tanya terkait konsistensi permainan Arsenal. Kemampuan mereka dalam mengontrol tempo laga besar, menjaga fokus di momen krusial, serta ketajaman lini depan menjadi sorotan. Kemenangan tipis 3-2 atas Kairat di ajang Liga Champions memang membantu menenangkan suasana, namun performa kurang solid di babak kedua menegaskan bahwa Arsenal masih memiliki pekerjaan rumah jika ingin terus bersaing di berbagai kompetisi.
Ujian Mental Pemuncak Klasemen
Menghadapi tim promosi seperti Leeds United, Arsenal diprediksi tidak akan mengambil risiko. Arteta kemungkinan menurunkan komposisi terbaik demi mengamankan poin penuh secepat mungkin. Kabar baik datang dengan kembalinya sejumlah pemain penting seperti Kai Havertz, Pedro Hincapie, dan Riccardo Calafiori yang telah pulih dari skorsing maupun cedera. Kehadiran mereka memberi fleksibilitas tambahan di semua lini.
Di sisi lain, Leeds United menunjukkan semangat juang tinggi dalam upaya bertahan di Liga Premier. Tim besutan Daniel Farke saat ini berada di posisi kelima dari bawah klasemen, namun memiliki jarak enam poin dari zona degradasi. Bermain di Elland Road menjadi salah satu senjata utama Leeds, mengingat dukungan penuh suporter kerap membuat mereka tampil lebih agresif dan berani.
Hasil imbang melawan Everton pada laga sebelumnya tetap dipandang sebagai modal positif. Bagi Leeds, setiap poin sangat berarti, terlebih saat menjamu pemimpin klasemen. Laga ini menjadi kesempatan emas untuk mempertegas posisi mereka di papan tengah bawah. Dominic Calvert-Lewin masih menjadi andalan utama di lini depan, meski performanya belum sepenuhnya stabil dan ia belum mencetak gol ke gawang Arsenal sejak 2020.
Jika menilik rekor pertemuan, Arsenal jelas berada di atas angin. Enam kemenangan beruntun di Liga Premier atas Leeds menjadi bukti dominasi The Gunners, termasuk kemenangan besar 5-0 pada pertemuan pertama musim ini. Statistik juga mencatat Leeds kerap kesulitan membobol gawang Arsenal, yang menegaskan perbedaan kualitas serta kontrol permainan kedua tim.
Meski demikian, Elland Road dikenal sebagai stadion yang sulit ditaklukkan. Atmosfer panas dan semangat pantang menyerah tuan rumah kerap menyulitkan tim tamu, termasuk tim besar. Oleh karena itu, laga pada 31 Januari ini benar-benar menjadi ujian karakter bagi Arsenal—apakah mereka mampu menunjukkan mental juara dan menjaga keunggulan di puncak klasemen, atau justru kembali terpeleset di saat persaingan memanas.











