mixparlay.co.id,jakarta – Pemerintah Prancis memastikan belum ada keputusan atau rencana untuk memboikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penegasan ini disampaikan di tengah menguatnya isu politik internasional yang melibatkan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa terkait polemik Greenland.
Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menyatakan bahwa hingga kini kementeriannya tidak mempertimbangkan langkah boikot terhadap turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut. Menurutnya, Piala Dunia merupakan ajang besar yang sangat dinantikan oleh jutaan penggemar olahraga di seluruh dunia.
“Untuk saat ini, tidak ada keinginan dari kementerian untuk memboikot kompetisi besar yang telah lama ditunggu-tunggu ini. Namun, saya juga tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan,” ujar Ferrari kepada awak media.
Menjaga Jarak antara Olahraga dan Politik

Ferrari menegaskan bahwa pemerintah Prancis berupaya mempertahankan prinsip pemisahan antara dunia olahraga dan dinamika politik global. Ia menilai Piala Dunia 2026 memiliki nilai strategis bagi perkembangan dan persatuan olahraga internasional.
“Piala Dunia 2026 merupakan peristiwa penting bagi seluruh pencinta olahraga di dunia,” katanya.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2026 dan untuk pertama kalinya akan diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meski demikian, situasi politik memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengemukakan ambisi untuk mengambil alih Greenland dari Denmark, negara sekutu NATO, yang dinilai berpotensi memicu gesekan dengan Eropa.
Dorongan dari Internal Prancis
Di dalam negeri Prancis, wacana boikot mulai disuarakan oleh sebagian kalangan politik. Politikus sayap kiri, Eric Coquerel, menyebut opsi boikot patut dipertimbangkan oleh Prancis yang berstatus dua kali juara dunia.
“Apakah masuk akal menyelenggarakan Piala Dunia di negara yang mengancam tetangganya, berbicara soal invasi Greenland, melanggar hukum internasional, dan berupaya melemahkan PBB?” tulis Coquerel melalui akun media sosialnya.
Ia juga mengemukakan kemungkinan alternatif dengan memusatkan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 hanya di Meksiko dan Kanada. Meski tekanan politik internal mulai muncul, hingga kini pemerintah Prancis belum menunjukkan indikasi akan mengambil langkah boikot terhadap turnamen tersebut.











