mix parlay.co.id, jakarta – Nama Jose Mourinho selalu identik dengan trofi, kontroversi, dan mental juara. Sepanjang kariernya sebagai pelatih, The Special One telah menangani banyak klub elite Eropa. Namun, ada tiga tim yang paling sering disebut sebagai karya terbaik Mourinho: Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid. Ketiganya meninggalkan jejak prestasi dan karakter yang berbeda.
Chelsea menjadi simbol kebangkitan Mourinho di Premier League. Pada periode pertamanya, ia mengubah The Blues menjadi mesin kemenangan dengan pertahanan solid dan efisiensi luar biasa. Rekor poin dan jumlah kebobolan minim menjadikan Chelsea sebagai salah satu tim paling dominan dalam sejarah Liga Inggris.
Di Italia, Mourinho menciptakan mahakarya bersama Inter Milan. Musim 2009/2010 menjadi puncak kariernya ketika Inter meraih treble winner: Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Tim ini dikenal dengan disiplin taktik tinggi, mental baja, serta kemampuan bertahan yang nyaris sempurna saat menghadapi tekanan besar.
Sementara itu, Real Madrid di era Mourinho tampil sangat agresif dan mematikan. Ia berhasil mematahkan dominasi Barcelona dengan rekor poin dan gol di La Liga. Meski gagal meraih trofi Liga Champions, Madrid asuhannya dikenal sebagai salah satu tim paling kuat secara fisik dan mental dalam sejarah klub.
Perbandingan ketiga tim ini kerap memunculkan perdebatan: Chelsea yang efisien, Inter yang taktis dan penuh pengorbanan, atau Real Madrid yang eksplosif dan penuh bintang. Masing-masing memiliki kekuatan tersendiri, tergantung pada sudut pandang dan kriteria penilaian.
Yang jelas, ketiga tim tersebut menegaskan status Jose Mourinho sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di sepak bola modern. Warisan taktik dan mental juara yang ia tinggalkan masih terasa hingga kini.











