5 Tim Inggris yang Disingkirkan Tim Lebih Lemah di Liga Champions (UCL)

Kejutan Besar di Liga Champions

5 Tim Inggris yang Disingkirkan Tim Lebih Lemah di Liga Champions (UCL)
5 Tim Inggris yang Disingkirkan Tim Lebih Lemah di Liga Champions (UCL)

mix parlay.co.id, jakarta – Liga Champions dikenal sebagai panggung tertinggi sepak bola Eropa. Klub-klub Inggris kerap datang dengan status unggulan berkat kekuatan finansial dan kualitas skuad. Namun, sejarah UEFA Champions League (UCL) mencatat bahwa status favorit tidak selalu menjamin kelolosan.

Berikut ini 5 tim Inggris yang secara mengejutkan tersingkir oleh tim yang di atas kertas lebih lemah, sekaligus menjadi pengingat bahwa sepak bola selalu penuh kejutan.

1. Manchester United vs Basel (Fase Grup 2017/2018)

Manchester United datang ke fase grup dengan skuad bertabur bintang. Namun secara mengejutkan, mereka gagal lolos setelah kalah bersaing dengan FC Basel. Kekalahan di laga krusial membuat Setan Merah harus angkat koper lebih cepat dari UCL.

2. Chelsea vs Basel (Semifinal 2012/2013)

Chelsea berstatus juara bertahan Liga Champions. Namun, mereka justru tersingkir di semifinal Liga Europa setelah dikalahkan Basel, tim yang secara materi pemain berada jauh di bawah The Blues. Hasil ini menjadi salah satu kegagalan paling mengejutkan Chelsea di kompetisi Eropa.

3. Arsenal vs Monaco (16 Besar 2014/2015)

Arsenal tampil dominan di fase grup, tetapi justru tumbang di babak 16 besar. Monaco berhasil menyingkirkan The Gunners lewat aturan gol tandang, meski kalah secara agregat gol. Laga ini menjadi simbol kegagalan Arsenal memanfaatkan status unggulan.

4. Manchester City vs Lyon (Perempat Final 2019/2020)

Manchester City datang sebagai salah satu favorit juara. Namun Lyon, yang tidak diunggulkan, justru tampil efektif dan disiplin. City harus tersingkir setelah kalah 1-3, hasil yang mengejutkan banyak pengamat sepak bola Eropa.

5. Liverpool vs Red Star Belgrade (Fase Grup 2018/2019)

Liverpool memang akhirnya keluar sebagai juara UCL musim tersebut. Namun di fase grup, The Reds secara mengejutkan kalah dari Red Star Belgrade. Meski tidak tersingkir, kekalahan ini menjadi bukti bahwa tim Inggris pun bisa tumbang dari tim non-unggulan.

Baca Juga  Mix Parlay 3 Tim: Cara Bermain yang Benar dan Rekomendasi Tim dengan Odds Paling Stabil

Pelajaran Berharga bagi Tim Inggris

Kisah-kisah di atas menegaskan bahwa mental bertanding, strategi, dan konsistensi jauh lebih penting dibanding nama besar. Di Liga Champions, kesalahan kecil bisa berujung petaka, bahkan bagi klub raksasa Inggris.

Musim demi musim, kejutan semacam ini selalu menjadi daya tarik utama UCL.