mix parlay.co.id, jakarta – JAKARTA – Dengan euforia kualifikasi Piala Dunia 2026 yang masih terasa, perhatian penggemar sepak bola Indonesia kini mulai beralih ke turnamen regional paling bergengsi: Piala AFF 2026 (resmi disebut ASEAN Championship). Meskipun belum ada kepastian mengenai pelatih kepala Timnas Indonesia pasca-kontrak Shin Tae-yong, spekulasi nama-nama potensial mulai mencuat, termasuk John Herdman, mantan pelatih Timnas Kanada. Jika Herdman atau pelatih baru lainnya memimpin skuad Garuda, pertanyaan besar yang muncul adalah: siapa saja pemain abroad yang akan menjadi tulang punggung tim?
Mengingat Piala AFF bukan agenda FIFA, pemanggilan pemain abroad selalu menjadi tantangan. Namun, dengan semakin banyaknya talenta Indonesia yang bermain di luar negeri, baik di Asia, Eropa, maupun liga-liga yang lebih kompetitif, opsi untuk memperkuat timnas semakin beragam. Artikel ini akan mengulas lima nama potensial dari kalangan pemain abroad yang bisa dipanggil untuk mengarungi sengitnya Piala AFF 2026, lengkap dengan analisis mengapa mereka layak, posisi bermain, dan tantangan yang mungkin dihadapi.
1. Asnawi Mangkualam Bahar: Sang Kapten yang Konsisten di Korea Selatan
Profil Singkat:
-
Posisi: Bek Kanan / Wing-back Kanan
-
Klub Saat Ini (Asumsi untuk 2026): Port FC (Thailand) atau kembali ke K-League
-
Pengalaman Abroad: Ansan Greeners, Jeonnam Dragons (Korea Selatan), Port FC (Thailand)
-
Usia (pada 2026): Sekitar 26-27 tahun (usia emas pesepak bola)
Asnawi Mangkualam Bahar adalah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga penggemar Timnas Indonesia. Ia adalah prototipe bek kanan modern yang tak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga agresif membantu serangan. Sejak merantau ke Korea Selatan pada tahun 2021 bersama Ansan Greeners, kualitas permainannya terus meningkat secara signifikan.
Mengapa Layak Dipanggil untuk Piala AFF 2026?
-
Kepemimpinan dan Mentalitas: Asnawi telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin di lapangan, bahkan mengenakan ban kapten di beberapa pertandingan Timnas. Mentalitas juangnya yang tinggi sangat dibutuhkan dalam turnamen sekompetitif Piala AFF. Ia selalu menunjukkan determinasi luar biasa, tidak mudah menyerah, dan mampu memotivasi rekan-rekannya. Ini adalah atribut penting untuk menavigasi tekanan turnamen jangka panjang.
-
Pengalaman Abroad yang Matang: Bermain di K-League 2 selama beberapa musim telah memberinya pengalaman berharga menghadapi kecepatan, fisik, dan taktik sepak bola yang lebih maju. Adaptasinya di liga Thailand (jika ia pindah ke sana) akan semakin memperkaya kemampuannya menghadapi gaya bermain di Asia Tenggara. Ia terbiasa dengan intensitas pertandingan yang tinggi dan tuntutan fisik yang keras.
-
Kualitas Fisik dan Taktis: Asnawi memiliki stamina di atas rata-rata, memungkinkannya menjelajahi seluruh sisi kanan lapangan dari lini belakang hingga depan. Kecepatan dan agresivitasnya dalam melakukan tekel adalah aset berharga. Secara taktis, ia juga semakin cerdas dalam mengambil keputusan, kapan harus maju, kapan harus bertahan, dan kapan harus melakukan crossing yang akurat.
-
Adaptasi Sistem: Baik di bawah Shin Tae-yong maupun di klubnya, Asnawi telah bermain dalam berbagai formasi, mulai dari empat bek sejajar hingga sistem tiga bek dengan peran wing-back. Kemampuan adaptasinya ini akan sangat membantu pelatih baru seperti John Herdman dalam menerapkan strategi yang berbeda. Fleksibilitas ini menjadikannya pemain yang sangat berharga.
Tantangan: Sebagai pemain kunci, klub Asnawi mungkin akan keberatan melepasnya jika Piala AFF bentrok dengan jadwal liga domestik. Namun, Asnawi sendiri selalu menunjukkan komitmen tinggi untuk membela negara, seringkali mengorbankan waktu istirahat atau liburan demi Timnas.
2. Pratama Arhan: Spesialis Lemparan Jauh dan Bek Kiri Agresif
Profil Singkat:
-
Posisi: Bek Kiri / Wing-back Kiri
-
Klub Saat Ini (Asumsi untuk 2026): Klub Liga Jepang (J2 League) atau Liga Korea/Thailand
-
Pengalaman Abroad: Tokyo Verdy (Jepang), Suwon FC (Korea Selatan)
-
Usia (pada 2026): Sekitar 24-25 tahun (puncak performa)
Pratama Arhan adalah fenomena tersendiri di sepak bola Indonesia. Keahlian lemparan jauhnya yang mematikan telah menjadi senjata rahasia Timnas Indonesia, menciptakan banyak peluang gol dan bahkan beberapa assist penting. Setelah mencoba peruntungan di Jepang dan Korea Selatan, pengalaman abroad-nya akan semakin mematangkannya.
Mengapa Layak Dipanggil untuk Piala AFF 2026?
-
Senjata Lemparan Jauh: Ini adalah game-changer yang unik. Lemparan ke dalam Arhan sama berbahayanya dengan sepak pojok, memaksa lawan untuk mengubah strategi pertahanan mereka. Kehadirannya bisa membuka kebuntuan dalam pertandingan yang ketat di Piala AFF. Kemampuan ini sangat jarang ditemukan di level Asia Tenggara.
-
Energi dan Agresivitas: Arhan adalah bek kiri yang sangat agresif dalam membantu serangan. Kecepatannya di sisi kiri seringkali membuat bek kanan lawan kewalahan. Ia juga memiliki semangat juang yang tinggi, tidak takut beradu fisik, dan selalu memberikan seratus persen di lapangan.
-
Pengalaman di Luar Negeri: Meski jarang mendapat menit bermain penuh di Tokyo Verdy, ia tetap berlatih dan beradaptasi dengan standar sepak bola Jepang yang lebih tinggi. Perpindahan ke Suwon FC di K-League 1 menunjukkan kemauannya untuk terus berkembang dan bersaing di level yang lebih kompetitif. Pengalaman ini membentuk mental dan fisiknya.
-
Fleksibilitas Posisi: Selain bek kiri, Arhan juga bisa berperan sebagai wing-back kiri dalam formasi tiga bek atau bahkan sedikit lebih maju sebagai gelandang sayap kiri, menambah opsi taktis bagi pelatih. Kemampuan umpan silangnya juga cukup baik saat dalam posisi menyerang.
Tantangan: Minimnya menit bermain di beberapa klub abroad bisa menjadi kekhawatiran terkait match fitness. Namun, dengan usia yang masih muda, ia masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan menemukan klub yang memberinya jam terbang lebih banyak sebelum 2026.
3. Saddil Ramdani: Winger Lincah dengan Kemampuan Individu Menawan
Profil Singkat:
-
Posisi: Winger Kanan / Kiri
-
Klub Saat Ini (Asumsi untuk 2026): Sabah FC (Malaysia) atau klub lain di Liga Thailand/Jepang
-
Pengalaman Abroad: Pahang FA, Sabah FC (Malaysia)
-
Usia (pada 2026): Sekitar 27-28 tahun (puncak kematangan)
Saddil Ramdani adalah salah satu winger paling eksplosif yang dimiliki Indonesia. Kecepatan, dribel, dan kemampuan cutting inside dari sayap kanan atau kiri telah menjadi ciri khasnya. Kariernya di Liga Malaysia bersama Sabah FC menunjukkan konsistensi dan adaptasinya di lingkungan sepak bola yang berbeda.
Mengapa Layak Dipanggil untuk Piala AFF 2026?
-
Kreativitas dan Dribel: Saddil memiliki kemampuan individu yang luar biasa untuk melewati lawan. Dribelnya yang lincah seringkali membuka ruang di pertahanan lawan dan menciptakan peluang berbahaya. Ini sangat dibutuhkan untuk memecah kebuntuan menghadapi tim-tim yang bertahan rapat di Piala AFF.
-
Gol dan Assist: Ia bukan hanya seorang dribbler tetapi juga efektif dalam mencetak gol dan memberikan assist. Kemampuan tembakannya dari luar kotak penalti dan akurasi umpan silangnya telah terbukti di Liga Malaysia. Ia adalah pemain yang punya end product.
-
Pengalaman di Liga Regional: Bermain di Liga Super Malaysia memberinya pemahaman mendalam tentang gaya bermain tim-tim Asia Tenggara. Ia terbiasa dengan tekanan dan rivalitas di level regional, yang akan sangat berguna di Piala AFF. Ia tahu bagaimana menghadapi bek-bek Asia Tenggara.
-
Kecepatan dan Transisi: Kecepatannya sangat berguna dalam situasi serangan balik. Saddil bisa dengan cepat mengubah pertahanan menjadi serangan, memberikan dimensi lain bagi lini serang Timnas. Ia juga punya visi bermain yang baik untuk melihat rekan-rekannya.
Tantangan: Konsistensi performa dalam pertandingan-pertandingan besar terkadang menjadi perhatian, namun dengan usia yang semakin matang, ia diharapkan bisa mengatasi hal tersebut. Komitmen penuh terhadap Timnas juga menjadi kunci.
4. Elkan Baggott: Menara Pertahanan yang Kokoh dari Inggris
Profil Singkat:
-
Posisi: Bek Tengah
-
Klub Saat Ini (Asumsi untuk 2026): Klub League One/Championship (Inggris)
-
Pengalaman Abroad: Ipswich Town, Gillingham, Cheltenham Town, Bristol Rovers (Inggris)
-
Usia (pada 2026): Sekitar 23-24 tahun (akan mencapai performa puncak)
Elkan Baggott adalah bek tengah berpostur tinggi yang tumbuh dan berkembang di sistem sepak bola Inggris. Kehadirannya di lini belakang Timnas Indonesia selalu memberikan rasa aman berkat duel udara yang kuat dan kemampuan membaca permainan yang baik. Dengan pengalaman di berbagai level liga Inggris, ia adalah salah satu aset berharga.
Mengapa Layak Dipanggil untuk Piala AFF 2026?
-
Keunggulan Postur dan Duel Udara: Dengan tinggi lebih dari 190 cm, Elkan adalah jaminan dominasi di udara, baik dalam situasi bertahan menghadapi umpan silang lawan maupun saat menyerang dalam skema bola mati. Ini sangat vital di Piala AFF di mana banyak tim mengandalkan umpan lambung.
-
Pengalaman di Liga Inggris: Meskipun di level League One atau League Two, standar fisik dan taktik di Inggris jauh lebih tinggi dari liga-liga Asia Tenggara. Pengalaman ini memberinya ketangguhan mental dan fisik yang luar biasa. Ia terbiasa bermain dengan intensitas tinggi dan menghadapi penyerang yang kuat.
-
Kemampuan Membangun Serangan: Selain kuat dalam bertahan, Elkan juga memiliki kemampuan passing yang cukup baik untuk memulai serangan dari belakang. Ia bisa mengirimkan umpan-umpan panjang akurat yang langsung menginisiasi serangan balik cepat.
-
Kepemimpinan di Lini Belakang: Sebagai bek tengah, Elkan seringkali menjadi “dirigen” di lini belakang, mengorganisir pertahanan dan memberikan instruksi kepada rekan-rekannya. Kehadirannya memberikan ketenangan dan organisasi.
Tantangan: Seperti pemain abroad lainnya di Eropa, ketersediaan Elkan sangat bergantung pada izin klub. Kompetisi di Inggris, bahkan di divisi bawah, sangat ketat, dan klub mungkin enggan melepas pemain kunci mereka. Namun, dengan hubungan baik PSSI, diharapkan solusi bisa ditemukan.
5. Ronaldo Kwateh: Penyerang Muda Potensial di Liga Turki
Profil Singkat:
-
Posisi: Striker / Winger
-
Klub Saat Ini (Asumsi untuk 2026): Bodrum FK (Turki) atau klub lain di Liga Turki/Eropa Timur
-
Pengalaman Abroad: Bodrum FK (Turki)
-
Usia (pada 2026): Sekitar 21-22 tahun (masih sangat muda, potensi besar)
Ronaldo Kwateh adalah salah satu talenta muda paling menjanjikan di lini serang Indonesia. Keberaniannya untuk meniti karier di Eropa bersama Bodrum FK di Liga Turki Divisi Kedua menunjukkan ambisi dan tekadnya. Dengan kecepatan, kekuatan, dan insting gol yang terus diasah, ia bisa menjadi “faktor X” di Piala AFF 2026.
Mengapa Layak Dipanggil untuk Piala AFF 2026?
-
Potensi Besar dan Usia Muda: Pada 2026, Ronaldo akan berada di usia awal 20-an, periode di mana banyak pemain mulai menunjukkan performa puncak. Pengalaman di Turki akan sangat mempercepat perkembangannya. Ia adalah investasi jangka panjang Timnas.
-
Kecepatan dan Kekuatan Fisik: Ronaldo memiliki atribut fisik yang baik untuk seorang striker: kecepatan untuk berlari di belakang pertahanan dan kekuatan untuk menahan bola. Ini akan sangat efektif menghadapi bek-bek Asia Tenggara.
-
Insting Gol: Meski masih muda, Ronaldo memiliki naluri gol yang cukup baik. Dengan pengalaman bermain di level kompetitif, kemampuan finishing-nya diharapkan semakin tajam. Ia tahu bagaimana berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol.
-
Fleksibilitas Lini Depan: Ronaldo bisa bermain sebagai penyerang tunggal, false nine, atau bahkan sebagai winger di kedua sisi. Fleksibilitas ini memberi pelatih banyak opsi taktis dalam membangun serangan. Kemampuannya mendribel bola juga cukup baik untuk seorang penyerang.
Tantangan: Jam terbang di klub asing akan menjadi kunci. Semakin banyak ia bermain di Turki, semakin siap ia menghadapi tekanan dan intensitas di level internasional. Perlunya ia menemukan konsistensi adalah tugas utama.
Prospek John Herdman (atau Pelatih Baru) dan Pemain Abroad di Piala AFF 2026
Jika John Herdman benar-benar menjadi pelatih Timnas Indonesia, filosofinya yang mengedepankan taktik modern, fisik prima, dan mentalitas pemenang akan sangat cocok dengan profil pemain-pemain abroad ini. Herdman dikenal mampu memaksimalkan potensi pemain dan membangun tim yang solid.
Namun, tantangan terbesar tetaplah mendapatkan izin dari klub-klub pemain abroad tersebut. PSSI perlu menjalin komunikasi yang intens dan persuasif dengan klub-klub di Eropa, Jepang, Korea Selatan, atau Thailand. Prioritas Piala AFF yang bukan agenda FIFA seringkali menjadi batu sandungan.
Strategi yang mungkin diambil adalah:
-
Membangun Kedalaman Skuad: Memiliki cadangan yang kuat dari Liga 1 jika pemain abroad tidak bisa dilepas.
-
Manajemen Komunikasi: PSSI harus proaktif berkomunikasi dengan klub jauh-jauh hari sebelum turnamen.
-
Fokus Selektif: Mungkin tidak semua pemain abroad bisa dipanggil, sehingga pemilihan harus sangat selektif berdasarkan kebutuhan taktis.
Kesimpulan
Piala AFF 2026 adalah kesempatan emas bagi Timnas Indonesia untuk akhirnya meraih gelar juara yang telah lama dinantikan. Kehadiran pemain abroad yang berkualitas dan berpengalaman di kompetisi lebih tinggi akan menjadi faktor penentu. Nama-nama seperti Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Saddil Ramdani, Elkan Baggott, dan Ronaldo Kwateh adalah representasi dari potensi besar yang dimiliki Indonesia.
Dengan kepemimpinan yang tepat (baik itu John Herdman atau pelatih lainnya), manajemen yang solid dari PSSI, dan komitmen penuh dari para pemain, skuad Garuda memiliki peluang sangat besar untuk mengangkat trofi di tahun 2026. Tantangan ada, tetapi harapan lebih besar membara di hati para penggemar.











